Thursday, September 18, 2014

Perjalanan ke desa Organik

Halo pembaca sekalian, selamat datang di posting aku yang kedua :D. Kali ini aku akan menceritakan tentang perjalanan karya wisata aku ke sebuah desa organik bernama Brenjonk, terletak di Trawas, Jawa Timur. Mereka adalah pemasok sayur-sayuran dan buah-buahan organik dari beberapa supermarket ternama di propinsi ini. Setelah beberapa jam duduk di dalam bus, akhirnya penantian aku terbayar setelah mencapai tempat tujuan. Pemandangannya yang hijau sangat indah untuk dilihat dan udara di sana segar sekali. Perjalanan ini terasa seperti pelarian sejenak yang menyenangkan dari kesibukan hidup di kota :).

Apa itu desa organik? Intinya, itu adalah suatu komunitas di mana penduduknya membudidayakan tanaman atau hasil bumi yang organik. Ketika saya datang, penduduk di sana menyambut kita dengan ramah dan menyajikan sajian lokal mereka yang bernama getuk, terbuat dari singkong organik, hasil dari kebun  mereka sendiri. Untuk makan siang hari itu, menunya adalah ayam kampung, nasi jagung, dan sayuran yang semuanya organik. Selain itu, ada jus jambu yang melengkapi makan siang aku. Karena ini semua memenuhi kriteria ‘Guilt Free Delight’ (alias ‘Makan Enak bebas dari Rasa Bersalah’), jadi aku bisa menikmatinya dengan tenang :).

Nama desa ini, Brenjonk berarti sumber kesejahteraan dan kemakmuran. Setiap keluarga di sana mempunyai rumah sayur organik skala kecil. Akan tetapi, hasilnya cukup besar, mereka tidak hanya menghasilkan produk organik untuk konsumsi mereka sendiri, tetapi juga bisa memenuhi permintaan dari pasar dan supermarket konsumen mereka. Meskipun lahannya tidak besar, mereka bisa memaksimalkan hasilnya dengan menggunakan teknologi sederhana seperti pemakaian polybag.

Beberapa produk yang mereka hasilkan adalah beras merah, beras hitam, selada, terong, tomat, seledri, serei, singkong, madu, dan lain sebagainya. Kebanyakan dari produk organik mereka sudah disertifikasi oleh institusi organik resmi seperti Biocert dan Pamor Indonesia.

Mengapa sih kita harus peduli soal makanan organik? Organisasi internasional World Wildlife Fund (WWF)  melalui Konvensi Stockholm di tahun 2005 mengeluarkan daftar berisi 20 zat kimia berbahaya yang dikategorikan sebagai Persistent Organic Pollutants (POPs). Semua zat kimia ini dilarang untuk dipakai di seluruh dunia. Beberapa efek berbahaya dari POPs ini adalah peningkatan resiko terhadap kanker payudara dan prostat, penurunan kualitas sperma pada pria, dan menyebabkan gejala hiperaktif pada anak-anak. Bisa Anda bayangkan betapa menyeramkan hal ini?? POPs ini datangnya dari hal-hal umum dalam kehidupan kita sehari-hari, seperti pestisida tidak organik yang digunakan oleh beberapa petani, pembuangan limbah industri secara tidak tepat, pembakaran sampah sembarangan, dan pembakaran hutan yang tidak bertanggung jawab.


Nah sekarang, jika Anda peduli terhadap kesehatan dan keselamatan diri Anda sendiri dan orang-orang yang Anda sayangi, mari kita berhati-hati sebelum mengkonsumsi sesuatu atau menyediakan makanan untuk keluarga Anda. Produk-produk organik mungkin terlihat lebih mahal sekarang. Akan tetapi, dalam jangka panjang, ini sebenarnya jauh lebih murah dibandingkan dengan biaya pengobatan kalau kita jatuh sakit akibat mengkonsumsi produk yang tidak organik. Jadi, mari kita pilih makanan kita dengan pintar supaya kita bisa menikmatinya tanpa rasa takut atau bersalah. Katakan IYA pada Guilt Free Delight (alias ‘Makan Enak bebas dari Rasa Bersalah’)! :D



1 comment:

  1. Greate article. Keep posting such kind of info on your page. Im really impressed by your blog.
    Hey there, You've done an excellent job. I will definitely digg it and for my part recommend to my friends. I'm sure they'll be benefited from this site. www.gmail.com login

    ReplyDelete